Head Office - PT Nugraha Panja Multimetal

PANJA Group Head Office, Jl. Lingkar Utara No. 99 Kaliabang Tengah. Harapan Baru Bekasi Utara, Kota Bekasi.

PROFIL MANAJEMEN - PT Nugraha Panja Multimetal

H.M. Pariyo, SE. MSi. Owner PANJA Group, Kota Bekasi

PANJA Karoseri - PT Nugraha Panja Multimetal

Serangkaian kebutuhan kendaaran niaga dan industri kini telah dibuat PANJA Karoseri dengan standarisasi kualitas teruji.

PT MULTI MINERALINDO

Aneka hasil penambangan batu alam mulai dari GreenStone hingga Zeolite.

PANJA GREENSTONE - PT Multi Mineralindo

PANJA Greenstone adalah batuan alam berwarna hijau yang sangat estetik penghias interior dan eksterior arsitektur.

PANJA ZEOLITE - PT Multi Mineralindo

PANJA Zeolite adalah satu produk unggulan PANJA Group bagi dunia pertanian.

PANJA STEEL - PT Nugraha Panja Multimetal

PANJA Steel adalah unit usaha penyedia kebutuhan beragam plat baja ringan, besi beton, rangka baja dan lainnya

Kantor Pusat PANJA Grou Owner of PANJA Group PANJA Karoseri - Bulk Truck - Cement Mixer Truck PANJA Mineral - Green Stone PANJA Mineral - Zeolite Plat Baja Ringan

Toleransi Ekspor

Exporting Greenstone and  Zeolite
Jakarta, kompas
Pemerintah menggulirkan wacana memberikan toleransi bagi pengusaha untuk tetap mengekspor bijih mineral pada 2014 dengan syarat bea keluar komoditas tambang akan dinaikkan. Hal ini dilakukan untuk menyiasati pemberlakuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mengamanatkan kewajiban pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Thamrin Sihite mengemukakan hal itu seusai Rapat Kerja Komisi VII DPR dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik dan jajarannya, Rabu (28/8), di Jakarta.

Sesuai dengan amanat UU No 4/2009, hasil produksi tambang mineral wajib diolah di dalam negeri mulai tahun 2014. Namun, Ketua Asosiasi Pertambangan Indonesia Martiono Hadianto mengaku pesimistis kalangan pengusaha dapat memenuhi kewajiban itu. Sebab, instalasi pengolahan (smelter) yang sudah beroperasi diperkirakan belum mampu menyerap seluruh hasil produksi mineral pada tahun depan.

Smelter Zeolite, sebagai pabrik pemurnian mineral zeolite terbesar di Sukabumi
Smelter Zeolite yang mempunyai kapasitas 500 ton per bulan
Menurut Thamrin, pemerintah tetap menyatakan pelarangan ekspor bijih mineral pada tahun 2014 dan kewajiban membangun smelter. "Jika tidak membangun smelter, nanti ada kebijakan lain. Ini masih ide. Jika hendak dilaksanakan, perlu payung hukum dan harus dibahas dengan DPR," ujarnya.


"Wacananya ada keinginan mereka bisa mengekspor (bijih mineral), tetapi ada kebijakan, misalnya, penambahan bea keluar. Misalkan, mereka kan sudah mulai studi kelayakan pembangunan smelter. Kalau sudah peletakan batu pertama pembangunan smelter, bolehlah nanti ada semacam jaminan kesungguhan," kata Thamrin.

Ada beberapa wacana alternatif kebijakan agar pengusaha tetap bisa mengekspor bijih mineral tahun 2014. "Kalau selama ini, kan, hanya pakta integritas. Nantinya ada jaminan kesungguhan, jadi pelaksana pembangunan smelter. Misalnya, konsorsium beberapa perusahaan harus menyimpan uang di pemerintah untuk memastikan terealisasinya smelter," lanjutnya.

Smelter Zeolite di Sukabumi milik PT Panja Multi Mineralindo
Smelter Zeolite di Sukabumi milik PT Panja Multi Mineralindo
Bea keluar progresif
Secara terpisah, Menteri Perindustrian MS Hidayat menuturkan, kebijakan pemerintah dalam pelarangan ekspor mineral tetap konsisten sesuai dengan UU No 4/2009 bahwa ekspor mineral hanya sampai 12 Januari 2014.

Terkait hal tersebut, ada kebijakan ekspor mineral yang akan diberlakukan. Pertama, penambang yang sudah mulai membangun instalasi pengolahan dan pemurnian tetap diperbolehkan mengekspor mineral dengan bea keluar progresif sesuai kemajuan pembangunan instalasi tersebut.

"Penambang yang tidak membangun smelter tidak boleh mengekspor mineral. Smelter yang dibangun tersendiri terpisah dengan usaha pertambangan tidak dikenai kewajiban divestasi," ujar Hidayat.

Menurut dia, langkah yang telah dan akan diambil adalah mengusulkan revisi atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pertambangan Mineral dan Batubara untuk tidak mengenakan pemberlakuan kewajiban divestasi bagi kegiatan smelter yang terpisah dari usaha pertambangan.

Juga mengusulkan PP yang mengatur pengenaan bea keluar progresif bagi ekspor mineral oleh penambang yang sedang membangun smelter.

Hal lain adalah menyusun peta jalan pengembangan industri besi baja, aluminium, tembaga, dan nikel. "Peta jalan ini sudah selesai, akan segera diumumkan," ujar Hidayat. (EVY/CAS/LAS)

MesinPotong Baru

PT Multi Mineralindo kini menggunakan alat baru berupa mesin potong raksasa yang mampu memotong bongkahan batu hijau dengan ukuran sedikitnya tinggi 1 meter x panjang 4 meter. Alat potong berdimensi tidak kurang dari tinggi 2 meter, lebar 12 meter dan panjang 16 meter ini, dibuat sendiri oleh PT Multi Mineralindo dengan biaya tak kurang dari 1 milyar rupiah.

H.M. Pariyo, SE. MSi, mengungkapkan bahwa penambahan alat berat berupa mesin potong batu berukuran besar ini guna memenuhi permintaan pasar ekspor yang kni semakin meningkat hingga lebih dari 300 persen dari permintaan tahun sebelumnya. Sebagai pengusaha tambang batu alam untuk skala ekspor, pemilik PT Multi Mineralindo ini menegaskan perlunya meningkatkan kapasitas produksi dengan tujuan kepuasan para klien terutama di beberapa negara di benua Asia dan benua Amerika.

Bahkan dalam waktu dekat ini, H.M. Pariyo akan memperluas pemasaran ke beberapa negara di benua Eropa, setelah bergabungnya beberapa ahli pemasaran lokal seperti Nursidik Kelana Rizal, yang akan mengembangkan pasar di beberapa negara Eropa, seperti Itali, Perancis, Jerman dan Inggris.

Ekspor Zeolite

Hasil sampingan dari penambangan dan pengolahan batu alam GreenStone berupa Zeolite, merupakan hasil tambang yang sangat potensial menjadi produk ekspor olahan tambang alam yang tak akan habis hingga seratus tahun mendatang.

Kawasan penambangan batu alam di desa Cikembar, Kabupaten Sukabumi, memiliki kekayaan alam berupa kawasan gunung batu berwarna kehijauan, yang mampu menghasilkan batu hijau untuk kebutuhan usaha arsitektur properti yang sangat diminati oleh dunia, seperti Thailand, Jepang, Brazil, India bahkan Amerika Serikat.

Dari kekayaan alam berupa pengoilahan batu hijau atau dikenal Green Stone untuk kebutuhan industri arsitektur properti dan hasil sampingan seperti Zeolite, bukan saja bisa membuka lapangan kerja baru, namun juga mensejahterakan warga di sekitar area pertambangan, dan tentunya membuka peluang bagi Indonesia sebagai negara pengekspor Zeolite terbesar di dunia.

Penambangan

Penambangan batu alam di kawasan gunung batu Cikembar, Kabupaten Sukabumi, sudah berjalan semenjak belasan tahun silam. Bahkan kini industri kecil pengolahan batu alam di wilayah kelurahan Cikembar semakin hari semakin berkembang.

Dan salah satu usaha penambangan batu alam yang paling besar di daerah seluas lebih dari 16 hektar itu, kini telah dimiliki oleh PT Multi Mineralindo, milik pengusaha muda, H.M. Pariyo, SE, MSi.

Mixer Truck

PANJA Karoseri Produksi Beraneka Macam Bulk Truck

Bulk trucking is a type of truck-based shipping service that moves bulk materials from one location to another by road.

Any freight is considered bulk freight if the items are not packaged, and generally sold by weight or volume rather than individual pieces. Bulk trucking is often used to transport liquids, such as gasoline, or solids, such as grain.

The equipment used to transport these materials can be very specialized, causing some bulk carriers to specialize in the transportation of certain materials.

The main job of a bulk trucking service is usually to take the transported materials from a production or storage area, such as a grain elevator, to a processing facility.

Once there, the truck may then take the finished product to another distribution facility where it will eventually be sold to an end user, or it may go out via a more traditional trucking service after being packaged for retail.
In many cases, the difference between the equipment needed for bulk trucking versus regular trucking is significant. Trucks handling bulk materials must make sure it is completely sealed because the materials are not packaged.

These loose materials could be lost very quickly in a traditional semi trailer. Therefore, the trailers used in bulk transportation are more expensive, and usually made out of steel, possibly with a lining inside depending on what is to be transported.

PANJA Karoseri Mixer - Cement Bulk Truck




TrailerTruck

PANJA Karoseri Memproduksi Trailer Truck

Kualitas teratas produk Truk Trailer PANJA Karoseri
Produk awal kami yang sederhana ini namun tidak pernah melupakan faktor keselamatan dan kualitas standard kendaraan berat seperti trailer baik yang sasis panjang maupun yang hanya 10 roda.

Karoseri trailer truck harus mempunyai kualitas kekuatan yang terjamin sesuai dengan kapasitas kontainer ataupun beban muatan berat yang akan diletakkan di atasnya.

Kualitas produksi Truk Trailer PANJA Karoseri
Trailer saat proses pengecatan akhir
Jumlah produksi massal kami merupakan bukti kepercayaan para klien dan kolega mitra bisnis atas kualitas produk karoseri trailer kami yang kian hari semakin bertambah jumlahnya mengikuti perkembangan usaha trans[portasi industri untuk skala besar.

Lalu apakah yang dimaksud dengan truk trailer, dan juga apa yang dimaksud dengan truk semi-trailer?

Truk semi trailer adalah kendaraan terartikulasi (articulated vehicle) yang terdiri dari mesin penarik yang tersambung pada semi trailer. Mesin penarik ini disebut juga traktor di Amerika Serikat dan truk di tempat lain. Semi trailer tidak memiliki roda depan melainkan ditopang oleh bagian ekor dari truk penarik, sehingga sebagian fraksi berat dari trailer dibawa oleh mesin penggerak.

Salah satu jenis truk trailer yang bisa diproduksi oleh PANJA Karoseri
Truk semi trailer pengangkut mobil
Jenis-jenis truk trailer dan semi trailer:


Lebih rincinya sila klik link gallery berikut ini.

Int'l Trade

Smelter Pemurnian Mineral Zeolite sebagai salah satu persyaratan ekspor barang tambang
Smelter Pengolahan Zeolite milik PT Panja Multi Mineralindo
Kebijakan Expor Dan Impor dalam Perdagangan Internasional
Dalam perdagangan internasional terdapat kegiatan yang berupa impor dan ekspor. Dalam kegiatan itu dikeluarkan kebijakan-kebijakan yang mengaturnya.

Kegiatan Impor
1) Pengertian Impor
Dalam perdagangan internasional terdapat dua kegiatan pokok, yaitu kegiatan impor dan kegiatan ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri. Orang atau pihak yang mengimpor barang atau jasa tersebut disebut importir.
Kegiatan impor terjadi karena faktor-faktor berikut.
  1. Negara pengimpor kekurangan pasokan beberapa barang tertentu, misalnya karena produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan masyarakatnya. Contoh Indonesia mengimpor beras dari Thailand karena produksi beras dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan.
  2. Teknologi yang modern. Misalnya suatu negara belum mampu memproduksi barang elektronik dengan kualitas yang baik, maka negara itu perlu mengimpor barang elektronik dari negara yang teknologinya lebih maju. Negara maju yang lebih menguasai teknologi dapat menghasilkan barang-barang yang berkualitas bagus sehingga produk-produk itu dapat laku di pasaran.
  3. Harga yang lebih murah. Pada era globalisasi seperti saat ini harga barang sangat kompetitif. Konsumen yang jeli tentu lebih menginginkan produk dengan harga yang lebih murah bila kualitas barang akan dibeli sama. Hal inilah yang menyebabkan orang atau pihak dalam negeri mengimpor barang dari luar negeri.
  4. Permintaan pasar atau selera konsumen yang berbeda-beda juga merupakan penyebab importir mendatangkan barang dari luar negeri.
2) Kebijakan Impor
Kegiatan impor di satu pihak sangat dibutuhkan oleh suatu negara untuk memenuhi kebutuhannya, tetapi di lain pihak dapat merugikan perkembangan industri dalam negeri.
Agar tidak merugikan produk dalam negeri diperlukan adanya kebijakan impor untuk melindungi produk dalam negeri (proteksi) dengan cara berikut.
a) Pengenaan Bea Masuk
  • Barang impor yang masuk ke dalam negeri dikenakan bea masuk yang tinggi sehingga harga jual barang impor menjadi mahal. Hal ini dapat mengurangi hasrat masyarakat membeli barang impor dan produk dalam negeri dapat bersaing dengan produk impor.
b) Kuota Impor
  • Kuota impor merupakan suatu kebijakan untuk membatasi jumlah barang impor yang masuk ke dalam negeri. Dengan dibatasinya jumlah produk impor mengakibatkan harga barang impor tetap mahal dan produk dalam negeri dapat bersaing dan laku di pasaran.
c) Pengendalian Devisa
  • Dalam pengendalian devisa, jumlah devisa yang disediakan untuk membayar barang impor dijatah dan dibatasi sehingga importir mau tidak mau juga membatasi jumlah barang impor yang akan dibeli.
d) Substitusi Impor
  • Kebijakan mengadakan substitusi impor ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri dengan mendorong produsen dalam negeri agar dapat membuat sendiri barang-barang yang diimpor dari luar negeri.
e) Devaluasi
  • Kebijakan berupa devaluasi merupakan kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Misalnya: 1US$ = Rp8.000,00 menjadi 1USS$ = Rp 10.000,00. Dengan devaluasi dapat menyebabkan harga barang impor menjadi lebih mahal, dihitung dengan mata uang dalam negeri, sehingga akan mengurangi pembelian barang impor.
Kegiatan Ekspor
1) Pengertian Ekspor
Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Orang atau pihak yangmelakukan kegiatan ekspor disebut eksportir.
Kegiatan ekspor yang meningkat akan memberikan keuntungan bagi negara, yaitu negara memperoleh peningkatan pendapatan yaitu dari pajak barang yang dikespor. Selain itu ada pula pihak-pihak dalam negeri yang juga mendapat keuntungan, seperti perusahaan transportasi, perusahaan asuransi, perusahaan penghasil barang yang diekspor. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia terus menggiatkan usaha-usaha yang dapat mendorong kegiatan ekspor.
2) Kebijakan Ekspor
Ekspor suatu negara harus lebih besar daripada impor agar tidak terjadi defisit dalam neraca pembayaran.
Oleh sebab itu pemerintah selalu berusaha mendorong ekspor melalui kebijakan ekspor dengan cara berikut.
a) Diversifikasi Ekspor/Menambah Keragaman Barang Ekspor
  • Diversifikasi ekspor merupakan penganekaragaman barang ekspor dengan memperbanyak macam dan jenis barang yang diekspor. Misalnya Indonesia awalnya hanya mengekspor tektil dan karet, kemudian menambah komoditas ekspor seperti kayu lapis, gas LNG, rumput laut dan sebagainya. Diversifikasi ekspor dengan menambah macam barang yang diekspor ini dinamakan diversifikasi horizontal. Sedangkan divesisifikasi ekspor dengan menambah variasi barang yang diekspor seperti karet diolah dahulu menjadi berbagai macam ban mobil dan motor atau kapas diolah dulu menjadi kain lalu diproses menjadi pakaian. Diversifikasi yang demikian ini disebut diversifikasi vertikal.
b) Subsidi Ekspor
  • Subsidi ekspor diberikan dengan cara memberikan subsidi/bantuan kepada eksportir dalam bentuk keringanan pajak, tarif angkutan yang murah, kemudahan dalam mengurus ekspor, dan kemudahan dalam memperoleh kredit dengan bunga yang rendah.
c) Premi Ekspor
  • Untuk lebih menggiatkan dan mendorong para produsen dan eksportir, pemerintah dapat memberikan premi atau insentif, misalnya penghargaan atas kualitas barang yang diekspor. Pemberian bantuan keuangan dari pemerintah kepada pengusaha kecil dan menengah yang orientasi usahanya ekspor.
d) Devaluasi
  • Devaluasi merupakan kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri (rupiah) terhadap mata uang asing. Dengan kebijakan devaluasi akan mengakibatkan harga barang ekspor di luar negeri lebih murah bila diukur dengan mata uang asing (dollar), sehingga dapat meningkatkan ekspor dan bisa bersaing di pasar internasional.
e) Meningkatkan Promosi Dagang ke Luar Negeri
  • Pemasaran suatu produk dapat ditingkatkan dengan mempromosikan produk yang akan dijual. Untuk meningkatkan ekposr ke luar negeri maka pemerintah dapat berusaha dengan melakukan promosi dagang ke luar negeri, misalnya dengan dengan mengadakan pameran dagang di luar negeri agar produk dalam negeri lebih dapat dikenal.
f) Menjaga Kestabilan Nilai Kurs Rupiah terhadap Mata Uang Asing
  • Kestabilan nilai kurs rupiah terhadap mata uang asing sangat dibutuhkan oleh para importir dan pengusaha yang menggunakan peroduk luar negeri untuk kelangsungan usaha dan kepastian usahanya. Bila nilai kurs mata uang asing terlalu tinggi membuat para pengusaha yang bahan baku produksinya dari luar negeri akan mengalami kesulitan karena harus menyediakan dana yang lebih besar untuk membiayai pembelian barang dari luar negeri. Akibatnya harga barang yang diproduksi oleh pengusaha tersebut menjadi mahal. Hal ini dapat menurunkan omzet penjualan dan menurunkan laba usaha, yang akhirnya akan mengganggu kelangsungan hidup usahanya.
g) Mengadakan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Internasional
  • Melakukan perjanjian kerja sama ekonomi baik bilateral, regional maupun multilateral akan dapat membuka dan memperluas pasar bagi produk dalam negeri di luar negeri. serta dapat menghasilkan kontrak pembelian produk dalam negeri oleh negara lain. Misalnya perjanjian kontrak pembelin LNG (Liquid Natural Gas) Indonesia yang dilakukan oleh Jepang dan Korea Selatan

Manfaat Zeolite 2


Produk natural mineral zeolite selain dapat digunakan untuk meningkatkan efektifitas pemupukan dalam bidang pertanian, juga dapat dimanfaatkan sebagai media pengolah tanah dasar tambak/kolam berperan dalam hal :

  1. Menyerap dan menukar senyawa kimia yang meracuni air tambak/kolam seperti N2,NH3 (Amoniak), H2S, COD, BOD dan CO2 
  2. Menigkatkan kadar Oksigen (O2) 
  3. Menetralisir keasaman tanah dasar tambak/kolam dan merangsang pertumbuhan plankton 
Selain itu produk mineral Zeolit ini dapat berfungsi
  1. Menjaga stabiitas air tambak/kolam pada tingkat ideal 
  2. Meningkatkan nafsu makan bagi udang/ikan dan mengefektifikan pemakaian pakan 
  3. Menyehatkan dan menurunkan tingkat kematian udang/ikan 
  4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi udang/ikan 
  5. Menurunkan polusi/tingkat pencemaran yang timbul dari kotoran dan sisa pakan yang membusuk
Natural mineral zeolite juga dapat dipakai sebagai penyerap atau pengontrol Amonium yang dikeluarkan udang/ikan setelah mereka diberi makan .

Bila hal tersebut tidak dikontrol, jumlah amonium yang terkumpul akan meracuni udang/ikan tersebut. Dengan pemakaian natural mineral zeolite pada ruang yang sama maka jumlah udang/ikan yang dpat dipelihara dapat lebih banyak.

Dosis Pemakaian mineral Zeolite pada tambak/kolam 
Dosis pemakain zeolite pada tambak udang / ikan


  1. Untuk keperluan Reklamasi Tambak (Pembenihan Ulang Pada Tambak) adalah - 1 ton s/d 2 ton per hektar tambak 
  2. Untuk Perawatan Tambak : - 50 kg s/d 100 kg perminggu per petak, selama perawatan 3 bulan (ukuran petak : 2.500 m2 s/d 3.000 m2 ) 
  3. Untuk Treatment (Perlakuan) apabila ada udang atau ikan sakit : - 200 kg/petak dengan tujuan untuk mengurangi kemungkinan efek racun dari gas H2S dan lain-lain dari pembusukan sisa pakan pada tambak tersebut. 
Dasar Kebijakan Pemerintah:
• SK Menteri Pertanian No 07/Kpts/Mentan/Bimas/XII/1998 tanggal 9 Desember 1998
• Dirjen Tanaman Pangan & Hortikultura No. PR.130.760 .11.1998 tanggal 26 November 1998 telah menyetujui zeolite sebagai bahan pembenah tanah.


Fungsi zeolite bagi lahan pentanian :
  1. Menjaga keseimbangan pH tanah.
  2. Meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air irigasi lahan persawahan.
  3. Mampu mengikat logam berat yang bersifat meracun tanaman misalnya Pb dan Cd
  4. Mengikat kation dan unsur dalam pupuk misalnya NH4+ dan urea K+, KCl dan ion Posphat, sehingga penyerapan pupuk menjadi effisien (tidak boros).
  5. Ramah Iingkungan karena menetralkan unsur yang mencemari Iingkungan.
  6. Memperbaiki struktur tanah (sifat fisik) karena kandungan Ca dan Na.
  7. Meningkatkan KTK tanah (sifat kimia).
  8. Meningkatkan hasil tanaman
Zeolite pertama kali ditemukan pada tahun 1756 oleh seorang ahli mineralogy Swedia bernama Cronsdet. Nama zeolite berasal dari dua kata yunani, yaitu zein (mendidih) dan lithos (batuan), karena mineral ini memiliki sifat mendidih/mengembang saat dipanaskan (diaktivasi).

Dengan majunya penemuan teknologi, zeolite disebut dengan nama mineral serba guna, karena fungsinya yang sangat beraneka ragam, seperti untuk :
  • Pertanian.
  • Perkebunan.
  • Perindustrian.
  • Peternakan.
  • Perairan (pertambakan dan perikanan).
  • Pengolahan air bersih.
  • Dan lain-lain.
MANFAAT PADA TANAH
  • Membenahi kondisi tanah (fisik, kimia dan biologi tanah).
  • Meningkatkan hara tanaman dan kafasitas tukar ion (ktk).
  • Mempengaruhi sifat kimia tanah seperti peningkatan kalsium (Ca), kalium (K), penurunan alumunium (Al).
  • Mengurangi keracunan logam berat dan tingkat kelarutan ion Fe dan Al.
  • Memelihara kelestarian lingkungan.
MANFAAT PADA TANAMAN
  • Meningkatkan produktivitas dan kualitas produk.
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman.
  • Meningkatkan ketahanan tanaman dari hama/penyakit.
  • Mengefisienkan penggunaan pupuk.
  • Melepaskan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman secara teratur dan perlahan.
  • Mengurangi hilangnya pupuk karena terbawa arus air.
Komposisi pemakaian
Dalam pemakaian, zeolite ini tidak sendiri, tetapi digabung dengan kebutuhan vitamin, pupuk, dan mineral lain.
Komposisi campuran: Urea : SP-36 : KCl : Zeolite = 200 :100 : 125 : 300
Hasil
  • Ketersediaan hara N meningkat hingga 63 %
  • Peningkatan hasil produksi sebesar 20 – 30 %
  • Menstabikan pH tanah
  • Berat seribu butir gabah naik hingga 15 %
  • Gabah hampa turun hingga 36 %
  • Rendaman beras naik hingga 11 %
MANFAAT PADA TERNAK
  • Mempercepat pertumbuhan / pertambahan berat badan.
  • Meningkatkan kesehatan dan ketahanan terhadap diarhea dan pernafasan.
  • Meningkatkan selera makan dan vitalitas.
  • Memperlancar proses pencernaan dan penyerapan makanan.
  • Mempertinggi mutu daging/kualitas.
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.
  • Meningkatkan produksi susu (sapi) dan telur ayam.
  • Membuat tinja lebih kering dan mengurangi bau.
  • Menurunkan mortalitas.
  • Memperkeras kulit telur (unggas).
Zeolite dicampurkan pada pakan sebanyak 5 – 10 %

MANFAAT PADA TAMBAK
  • Meningkatkan kelangsungan hidup benur
  • Meningkatkan produksi tambak udang
  • Menyerap unsur NH4, H2S, besi, dan logam
  • Merawat dan membersihkan kotoran dan sisa pakan
  • Mengurangi kandungan amoniak dalam media budi daya ataupun media transportasi ikan/udang, sehingga berpengaruh pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang/ikan serta hewan air lainnya yang bersifat ammonotelic
  • Mengurangi kebutuhan air dalam kegiatan budi daya perairan intensif
  • Makanan tambahan
Untuk merawat dan membersihkan kotoran dan sisa pakan, ditebarkan Zeolite sebanyak 50 kg/m2/minggu.
Untuk tambak baru atau setelah panen, pada dasar tambak ditebarkan Zeolite sebanyak 500 kg/ha.

Brand Product

zeolite of PT Panja Multi Mineralindo, Sukabumi, Jabar, Indonesia
Zeolite brochure leaflet

PANJA Mineral mempunyai beberapa jenis brand product yang dikeluarkan secara resmi oleh PT Multi Mineralindo. Brand Product tersebut disesuaikan dengan patent merk dari setiap keagenan maupun distributor di setiap wilayah tertentu, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Brand Product resmi yang bekerja sama dengan Panja Group, adalah sebagai berikut:
1. Zeomalindo - Cap Gajah Merah
    Produksi : PT. Multi Mineralindo
    Distributor : Metgro Panja Malindo Sdn.Bhd

2. Bionaz Zeolite - Baja Rawatan Tanah
    Produksi : PT Multi Mineralindo
    Distributor : Metgro Panja Malindo Sdn Bhd

Kode Daftar Industri : 503.20/Prb/5820 - DPTPM/2008

Lalu apakah BIONAZ Zeolite itu?
Seringkali terjadi sebuah tanaman dimana produktivitasnya menurun, walaupun telah menggunakan teknologi pemupukan yang berimbang. Hal ini disebabkan antara lain menurunnya produktivitas dan kualitas tanah dalam hal sifat struktur, kimiawi serta pH tanah.

Untuk meingkatkan produktivitas dan kualitas tanah, maka produk zeolite seperti Zeomalindo, Bionaz dan merk lainnya mempunyai fungsi sebagai soil conditioner (baja tanah atau pemantap tanah) dimana kandungan utamanya adalah zeolite, sebagai mineral utama.

Hasil penelitian laboratorium dan bukti di lapangan menunjukkan bahwa zeolite berperan penting untuk:
  1. Memperbaiki dan menetralkan tanah
  2. Meningkatkan kapasitas tukar kation
  3. Meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman
  4. Meningkatkan efektifitas pemupukan
  5. Menurunkan kejenuhan Alumunium (Al), Besi (Fe) dan Mangan (Mn)
  6. Memperlambat pelepasan Nitrogen (N), Kalium (K) dan Seng (Zn).
  7. Penapis molekuler
  8. Meningkatkan kapasitas daya sangga
  9. Memperbaiki porositas tanah, struktur tanah dan aerasi tanah
  10. Mengurangi daya fiksasi (pencampuran) Phospor (P) dan Kalium (K) oleh tanah.

Dampak dari perananan kimiawi di atas, maka Zeolite berpengaruh kepada:
  1. Meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas yang ditanam dimana rata-rata untuk tiap komoditas sanggup mencapai 19% s/d 31%.
  2. Meningkatkan kualitas hasil
  3. Mempercepat dan memperkuat pertumbuhan
  4. Meningkatkan ketahanan terhadap serangan hama/penyakit.

Penggunaan zeolite untuk hasil terbaik adalah :
Zeolite (200kg) + SP (100kg) + KCl (100kg) + UREA (100kg)/Hektar